The jadoelis

By cbrongsok Posted in Uncategorized

touring kendal 1th anniversary

This slideshow requires JavaScript.

By cbrongsok Posted in Uncategorized

DIAGRAM KELISTRIKAN CB 100

Gambar berikut menunjukkan diagram kabel sambungan listrik untuk motor Honda CB100. It shows the connection between Honda parts such as the headlight control switch, front stop switch, main switch, rear stop switch, selenium rectifier, wire harness coupler, ground to frame, right rear turn signal light, tail/stop light, left rear turn signal light, fuse, battery, winker relay, neutral switch, ac generator, condenser, contact breaker, ignition coil, dc horn, spark plug, turn signal control/horn switch, headlight control switch arrangement, left front turn signal light, headlight, high beam indicator light, turn signal indicator, neutral indicator, and also the color code. Hal ini menunjukkan hubungan antara bagian Honda seperti saklar kontrol lampu, saklar berhenti depan, switch utama, switch stop belakang, penyearah selenium, coupler wire harness, tanah untuk membingkai, kanan putar lampu sinyal belakang, ekor / berhenti lampu, kiri gilirannya belakang sinyal lampu, sekering, baterai, winker relay, switch netral, generator ac, kondensor, pemutus kontak, coil pengapian, klakson dc, busi, putar sinyal kontrol / switch klakson, lampu pengaturan kontrol saklar, kiri mengubah sinyal lampu depan, lampu, sinar lampu indikator tinggi, putar indikator sinyal, indikator netral, dan juga kode warna. Here is the schematic of the CB 100: Berikut adalah skema dari CB 100:

SPECIFIKASI CB 215 TAHUN 2011

MESIN

Engine type Tipe Mesin Oil cooled, 4-stroke DOHC engine, mesin 4-tak DOHC
Cylinder arrangement Cylinder pengaturan Single cylinder 15 degree inclined from vertical Single silinder 15 derajat miring dari vertikal
Bore x stroke Bore x stroke 63,5 x 63,5 mm 63,5 x 63,5 mm
Displacement Pemindahan 215cc 215cc
Compression ratio Rasio kompresi 9.0 : 1 9,0: 1
Valve train Valve kereta Chain driven over head camshaft Rantai camshaft digerakkan atas kepala
Maximum horsepower Maksimum tenaga kuda 20.0 BHP at 20,000 rpm 20,0 BHP di 20.000 rpm
Maximum torque Torsi maksimum 1 kg-m at 4,000 rpm 1 kg-m pada 4.000 rpm
Oil capacity Minyak kapasitas 1.0 litre 1,0 liter
Lubrication system Sistem pelumasan Forced and wet sump Paksa dan bah basah
Cylinder head compression pressure Cylinder head tekanan kompresi 12 kg/sq-cm at 1,000 rpm 12 kg / sq-cm pada 1.000 rpm
Intake valves opens membuka katup Intake BTDC 0 degree BTDC 0 derajat
Intake valves closes menutup katup Intake ABDC 30 degree ABDC 30 derajat
Exhaust valves opens katup buang membuka BBDC 35 degree BBDC 35 derajat
Exhaust valves closes katup buang menutup ATDC 0 degree ATDC 0 derajat
Valve tappet clearance Tappet Valve clearance 0.05 mm 0,05 mm
Idle speed Idle kecepatan 1,300 rpm 1.300 rpm

DRIVE TRAIN DRIVE TRAIN

Clutch Kopling Wet, multi plates Basah, multi pelat
Transmission Transmisi 6-speed constant mesh 5-speed konstan mesh
Primary reduction Primer pengurangan 4.055 4.055
Gear ratio 1 Gear rasio 1 2.769 2.769
Gear ratio 2 Gear rasio 2 2.125 2.125
Gear ratio 3 Gear rasio 3 1.578 1.578
Gear ratio 4 Gear Rasio 4 1.000 1.000
Gear ratio 5 Gear rasio 5 0.724 0.724
Final reduction Final pengurangan 4.000 4.000
Gear shift pattern Gear pergeseran pola Left food operated return system makanan Waktu dioperasikan sistem kembali

FRAME/CHASSIS FRAME / CHASSIS

Frame type Jenis frame Semi double cradle Semi double cradle
Front suspension, travel Suspensi depan, perjalanan upsidedown
Rear suspension, travel Suspensi belakang, perjalanan Swing arm, 94mm Swing arm, 94mm
Front tire Ban depan 3.00 – 17 (4PR) Semi Knobby 3.00-17 (4PR) menonjol Semi
Rear tire Ban belakang 3.50 – 17 (4PR) Semi Knobby 3.50-17 (4PR) menonjol Semi
Front / rear brake Rem depan / belakang Internal expanding shoes Internal memperluas sepatu
Fuel capacity Kapasitas Bahan Bakar 10 lit 10 menyala
Fuel reserve capacity Cadangan bahan bakar kapasitas 10 lit 10 menyala
Caster angle Sudut Caster 61.30′ 61,30 ‘
Trail length Trail panjang 105 mm 105 mm

DIMENSION DIMENSI

Overall length Secara keseluruhan panjang 1.955 mm 1,955 mm
Overall width Secara keseluruhan lebar 840 mm 840 mm
Overall height Tinggi total 1.095 mm 1,095 mm
Wheel base Roda dasar 1.280 mm 1,280 mm
Seat height Kursi tinggi 780 mm 780 mm
Foot peg height Foot pasak tinggi 335 mm 335 mm
Ground clearance Ground clearance 260 mm 260 mm
Dry weight Berat kering 88 kg 88 kg

ELECTRICAL LISTRIK

Ignition Pengapian Flywheel magneto Dinamo roda gila
Starting system Mulai sistem Kick starter electric stater
Alternator Alternator AC Generator Generator DC
Spark plug Busi NGK D 8 ES-L or ND X 24ES NGK D 8 ES-L atau ND X 24ES
By cbrongsok Posted in Uncategorized

Spesifikasi Honda CB100 (Engine, Dimensi, Transmisi)

MESIN

Engine type Tipe Mesin Air cooled, 4-stroke OHC engine Udara didinginkan, mesin 4-tak OHC
Cylinder arrangement Cylinder pengaturan Single cylinder 15 degree inclined from vertical Single silinder 15 derajat miring dari vertikal
Bore x stroke Bore x stroke 56.0 x 49.5 mm 56,0 x 49,5 mm
Displacement Pemindahan 122cc 122cc
Compression ratio Rasio kompresi 8.0 : 1 8,0: 1
Valve train Valve kereta Chain driven over head camshaft Rantai camshaft digerakkan atas kepala
Maximum horsepower Maksimum tenaga kuda 8.0 BHP at 8,000 rpm 8,0 BHP di 8.000 rpm
Maximum torque Torsi maksimum 0.83 kg-m at 4,000 rpm 0,83 kg-m pada 4.000 rpm
Oil capacity Minyak kapasitas 1.0 litre 1,0 liter
Lubrication system Sistem pelumasan Forced and wet sump Paksa dan bah basah
Cylinder head compression pressure Cylinder head tekanan kompresi 12 kg/sq-cm at 1,000 rpm 12 kg / sq-cm pada 1.000 rpm
Intake valves opens membuka katup Intake BTDC 0 degree BTDC 0 derajat
Intake valves closes menutup katup Intake ABDC 30 degree ABDC 30 derajat
Exhaust valves opens katup buang membuka BBDC 35 degree BBDC 35 derajat
Exhaust valves closes katup buang menutup ATDC 0 degree ATDC 0 derajat
Valve tappet clearance Tappet Valve clearance 0.05 mm 0,05 mm
Idle speed Idle kecepatan 1,300 rpm 1.300 rpm

DRIVE TRAIN DRIVE TRAIN

Clutch Kopling Wet, multi plates Basah, multi pelat
Transmission Transmisi 5-speed constant mesh 5-speed konstan mesh
Primary reduction Primer pengurangan 4.055 4.055
Gear ratio 1 Gear rasio 1 2.769 2.769
Gear ratio 2 Gear rasio 2 2.125 2.125
Gear ratio 3 Gear rasio 3 1.578 1.578
Gear ratio 4 Gear Rasio 4 1.000 1.000
Gear ratio 5 Gear rasio 5 0.724 0.724
Final reduction Final pengurangan 4.000 4.000
Gear shift pattern Gear pergeseran pola Left food operated return system makanan Waktu dioperasikan sistem kembali

FRAME/CHASSIS FRAME / CHASSIS

Frame type Jenis frame Semi double cradle Semi double cradle
Front suspension, travel Suspensi depan, perjalanan Telescopic fork, 152mm Teleskopik fork, 152mm
Rear suspension, travel Suspensi belakang, perjalanan Swing arm, 94mm Swing arm, 94mm
Front tire Ban depan 2.75 – 21 (4PR) Semi Knobby 2,75-21 (4PR) menonjol Semi
Rear tire Ban belakang 4.00 – 18 (4PR) Semi Knobby 4,00-18 (4PR) menonjol Semi
Front / rear brake Rem depan / belakang Internal expanding shoes Internal memperluas sepatu
Fuel capacity Kapasitas Bahan Bakar 4.5 lit 4.5 menyala
Fuel reserve capacity Cadangan bahan bakar kapasitas 0.5 lit 0,5 menyala
Caster angle Sudut Caster 61.30′ 61,30 ‘
Trail length Trail panjang 105 mm 105 mm

DIMENSION DIMENSI

Overall length Secara keseluruhan panjang 1.955 mm 1,955 mm
Overall width Secara keseluruhan lebar 840 mm 840 mm
Overall height Tinggi total 1.095 mm 1,095 mm
Wheel base Roda dasar 1.280 mm 1,280 mm
Seat height Kursi tinggi 780 mm 780 mm
Foot peg height Foot pasak tinggi 335 mm 335 mm
Ground clearance Ground clearance 260 mm 260 mm
Dry weight Berat kering 88 kg 88 kg

ELECTRICAL LISTRIK

Ignition Pengapian Flywheel magneto Dinamo roda gila
Starting system Mulai sistem Kick starter Kick starter
Alternator Alternator AC Generator Generator AC
Spark plug Busi NGK D 8 ES-L or ND X 24ES NGK D 8 ES-L atau ND X 24ES
By cbrongsok Posted in Uncategorized

SEJARAH HONDA CB SERIES DI INDONESIA

Honda CB kali pertama masuk ke Indonesia di tahun 1971 dengan kode Honda CB 100 K1.Saat itu, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sepedamotor Honda masih bernama PT. Federal Motor. Disamping CB 100 diproduksi pula tipe dengan kapasitas enjin yang lebih besar yaitu 125cc, 175cc, dan 200 cc.Khusus untuk tipe 175cc dan 200cc memiliki performa yang lebih baik dikarenakan memakai silinder ganda. Namun bagaimanapun, di Indonesia CB100 lebih populer dikarenakan harganya yang lebih murah dan perawatannya juga gampang.CB series merupakan pioneer motor sport dengan jenis mesin 4 tak. Irit namun bertenaga. Sementara merek lain masih bermain dengan enjin jenis 2 tak.Toh,pandangan visioner dan futurist manajemen PT. Federal Motor saat itu, terbukti benar.4 tak menjadi raja saat ini. Karena mendominasi jualan seluruh ATPM. Dalam kurun waktu satu dasa warsa (1971-1981) jumlah total penjualan Honda CB di tanah air mencapai 600 ribu unit. Bila dirata-ratakan,maka setiap tahunnya penjualannya di kisaran 60 ribu unit.Di masanya, merupakan dominator motor lokal.Hingga saat ini, seperti sepedamotor Honda lansiran lawas selalu menjadi buruan yang mengasyikan

By cbrongsok Posted in Uncategorized

CLUB CB INDONESIA

This slideshow requires JavaScript.

Sebagian Logo dari CLUB CB yang Ada di Indonesia dan masih banyak lagi lainnya….

karena….

CB IS NEVER DIE

Huwahahahahah…hahah..hahaha..!!!!!

By cbrongsok Posted in Uncategorized

EVENT CLUB DAN KOMUNITAS

ayo yang mau berangkat!!!!!! inget dan catat tanggalnya!!!!

By cbrongsok Posted in Uncategorized